Kamis 07 Oktober 2021, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) kembali mengadakan pelatihan guna meningkatkan kualitas mahasiswanya. Kali ini mahasiswa BSA angkatan 2021, 2021 dan 2019 mengikuti pelatihan tentang penyusunan Majalah Digital yang diisi oleh Muhammad Romdhoni Prakoso, M.Pd. Beliau dari I-after smile yang merupakan game developer indie.

Acara ini dibuka oleah ketua program studi BSA yaitu H. Abdul Ghofur, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa diadakannya kegiatan ini daalam rangka persiapan menyambut Pameran Karya digital pada event besar HMPS BSA yaitu FIKAR ( Festival Khasanah Arab) yang diadakan di akhir tahun nanti. Kegiatan penyusunan mading digital ini bertujuan agar mahasiswa menguasi teknik pembuatan mading digital sehingga rekam jejak karya mahasiswa BSA bisa dilihat masyarakat luas dengan platform yang menarik.

Kegiatan ini dipandu oleh sekretaris Prodi, Muhammad Nur Kholis, M.Pd.I yang bertugas sebagai moderator. Dengan pengalaman beliau yang cukup mumpuni di bidang digitalisasi dan juga posisi beliau sebagai dosen Bahasa dan Sastra Arab tentu saja bisa mengolah dua hal yang berbeda menjadi satu kesatuan yang padu. Beliau juga menegaskan bahwa jika kita ingin maju maka kita juga harus berkarakter maju, salah satunya adalah terkait dengan kedisiplinan.

Kegiatan yang diadakan di aula Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) itu, tidak hanya sekedar teori namun dengan praktek langsung. Platform majalah digital ini terbilang mudah dan ringan. Tidak perlu laptop dengan spek tinggi dan bisa diakses dengan gratis. Pak Romdhoni selaku narasumber beliau menjelaskan bahwa sebenarnya penyusunan majalah digital itu bisa dipelajari secara otodidak tanpa perlu adanya mentor.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya diberi informasi tentang majalah digital saja, namun juga tentang digitalisasi lainnya. Seperti ; Google trends, yaitu grafik statistik pencarian Web yang menampilkan popularitas topik pencarian pada kurun waktu tertentu. Canva, salah satu web aplikasi online yang bisa diakses secara gratis untuk mendedsain sesuatu, pengetahuan tentang mencari gambar yang bagus dan resolusi tinggi, dan lain sebagainya.

Dengan pembawaan narasumber yang ramah dan komunikatif, peserta terlihat antusias dan tidak sungkan untuk bertanya terkait materi-materi yang disampaikan oleh narasumber. Narasumber yang masih tergolong muda tersebut, mampu memberikan amunisi bagi mahasiswa untuk bersemangat dalam belajar dan berkarya.

Semua mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak digitalisasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab. Sudah saatnya sebagai generasi milenial mahasiswa harus dibekali dengan keahlian tentang digital. Karena saat inipun dunia digital tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Rf