Ajarrib wa Laa takun ‘arifan. Coba dan perhatikan, maka Anda akan paham.

Salah satu kalimat pembuka dalam acara Praktek Keahlian (PK) Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa UIN RMS Surakarta. Sebuah kalimat yang sering terlupakan tapi sesuatu yang paling dibutuhkan dalam hidup. Tidak terkecuali dalam dunia akademik dan pedagogik. Kalimat di atas mengalir deras dari salah seorang Alumni Akademi Al-Azhar Internasional Kairo dan Debater Nasional yaitu Ustadz Muhammad Fahrun Nadhif, M.Pd.I.

Salah satu yang harus disiapkan oleh sarjanawan adalah keahlian khusus dalam bidang tertentu. Prodi Bahasa dan Sastra Arab sangat memahami dan menyadari urgensi tersebut. Sehingga dalam upaya menjawab hal tersebut diadakanlah kegiatan berupa Praktek Keahlian yang difokuskan kepada skill Debat Bahasa Arab. Dalam pelaksanaan kegiatan PK didukung penuh oleh Dekanat dan juga Kaprodi BSA. Adapun PK telah menjadi agenda rutin dan wajib diikuti oleh semua mahasiswa semester 5 Prodi BSA.

Pelaksanaan PK ini dilaksanakan secara luring dengan memperhatikan prokes dan jarak aman antara peserta. Adapun kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dan telah dilangsungkan pada Rabu pagi tanggal 15 September 2021 dengan tema “PELATIHAN TEKHNIK DEBAT BAHASA ARAB” yang dibimbing dan didampingi langsung oleh Ustadz Muhammad Fahrun Nadhif, M.Pd.I sang Debater Nasional, jebolan Akademi Al-Azhar International, penulis Kamuz Syamila dan Dosen Bahasa Arab.

PK Debat Bahasa Arab ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para peserta. Selain karena pemateri yang berbobot juga materi yang tidak kalah menariknya. Materi diawali dengan kalimat Ajarrib wa Laa takun ‘arifan. Kebanyakan generasi muda telah kehilangan daya tarik akan kemegahan ilmu pengetahuan. Kehilangan untuk mencoba sesuatu hal yang luar biasa dan seolah mustahil untuk ditaklukkan. Tidak terkecuali skill debater Arab. Padahal keahlian debat menjadi penting dalam dunia kerja. Karena debat tidak hanya tentang perlombaan antar lembaga, intansi atau universitas, tapi juga melatih public speaking, menyusun argumen, menganalisis tuturan dan teknik menyampaikan pesan tanpa bisa diabaikan.

Debat dapat dimaknai sebagai argumen dua pihak yang berlawanan pada subjek tertentu dan sering dijadikan perlombaan, tidak hanya bahasa Indonesia tapi juga juga bahasa Asing. Namun, poin penting dari debat yang bisa diaplikasikan dalam dunia nyata adalah bagaimana membangun argumentasi, mengintervensi lawan tutur tanpa harus menyudutkan dan membangun kepercayaan, rasa nyaman lawan bicara. Ini adalah keahlian paling banya dicari dalam dunia kerja. Hanya saja skill debat pada tingkatan ini tidak mungkin didapatkan tanpa keseriusan, konsistensi dan latihan terus menerus (Sy)