Menulis itu mudah, maka teruslah menulis hingga lupa caranya berhenti.

Petikan kalimat di atas disampaikan oleh Ustadz Cahya Edi Setyawan., M.Pd.I, dalam agenda Praktek Keahlian (PK) Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan Praktek Keahlian ini merupakan agenda rutin Prodi Bahasa dan Sastra Arab yang dilaksanakan setiap tahun bagi mahasiswa angkatan semester 5.  Kegiatan ini bukti nyata dari prodi BSA dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki skill, kecakapan dan keahlian dalam bidang khusus.

Praktek Keahlian Prodi Bahasa dan Sastra Arab kali ini memfokuskan pada skill menulis artikel ilmiah. Keahlian ini tidak terelakkan dan wajib dimiliki oleh setiap lulusan Prodi BSA dan diharapkan bisa menjadi modal berharga setelah menyelesaikan strata-1. Dalam melatih dan meningkatkan skill menulis ini dibimbing langsung oleh  salah seorang yang pakar dalam tulis-menulis dan penulis produktif yaitu Ustadz Cahya Edi Setyawan., M.Pd.I. Beliau merupakan kandidat Doktor dalam bidang bahasa Arab dan juga Kaprodi Bahasa Arab Sekolah Tinggi Agama Islam Syuhada Yogyakarta.

Pelaksaan Praktek Keahlian be rlangsung pada minggu kedua di bulan Sepetember yaitu dimulai pada hari Rabu 15 September 2021 pada 08.00 dengan tema KEPENULISAN ARTIKEL JURNAL: KOMPONEN, PLAGIARISME, SITASI DAN PARAFRASA yang diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Arab semester 5.

Para peserta PK sangat antusias acara ini. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan peserta dan diskusi-diskusi seputar penulisan. Materi tentang menulis artikel diawali dengan sebuah pertanyaan. Apakah menulis itu sulit atau mudah? Kalau menjawab sulit, maka jawaban harus diganti. Karena dari jawaban inilah yang menentukan produktivitas menulis selanjutnya.

Menulis itu mudah, maka teruslah menulis sehingga lupa cara berhenti. Ini petikan kalimat sederhana tapi memiliki kedalaman dan spirit yang luar biasa. Menulis adalah kebiasaan, jika kebiasaan sudah terbentuk, maka yang dihasilkan tidak pernah terbayangkan.

Menulis artikel ilmiah harus memiliki kemampuan dalam menyusun komponen dan kerangka tulisan. Tidak kalah pentingnya adalah skill dalam menghindari plagiarisme dengan sitasi yang benar. Salah satu cara meningkatkan kemampuan agar tulisan terhindar dari tindak plagiasi adalah dengan melakukan parafrasa yang baik dan benar. Kualitas dan kemampuan parafrase akan lahir bersamaan dengan latihan terus menerus dan melawan jenuh. (Sy)