Rabu (14/4/2021) HMPS BSA menghadirkan Ustadz H. Abdul Ghofur, M.Ag., Bapak Muhammad Nur Kholis, M.Pd.I, dan Ustad Hamdan Maghribi, S.Th.I., M.Phil., dalam acara Grand Opening Kajian Sastra dan Formasi Seni yang dilakukan secara online maupun offline. Kegiatan offline dilakukan di Gedung E dengan peserta terbatas dan tetap menjaga prokes. Sedangkan kegiatan on line menggunakan G-Meet dengan peserta mahasiswa BSA IAIN Surakarta semester 2, 4 dan 6.

Para peserta menyambut dengan sangat antusias acara ini. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kehadiran para peserta dan kesungguhan para peserta dalam memperhatikan materi yang disampaikan oleh para dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.

Bapak Abdul Ghofur sebagai kaprodi BSA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan dibawah HMPS seharusnya menunjang kompetensi mahasiswa dari segi Bahasa maupun Sastra. Selain itu beliau juga memberikan motivasi kepada semuanya untuk terus belajar dan berkarya agar studi di BSA ini dapat menjadi bekal untuk jenjang selanjutnya.

Selanjutnya Bapak Muhammad Nur Kholis selaku Sekprodi menambahkan terkait SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). SKPI sangat bermafaat bagi mahasiswa sebagai portofolio kegiatan dan kompetensi tambahan yang diperoleh saat belajar di BSA IAIN Surakarta. SKPI ini juga bisa menjadi modal tambahan ketika mahasiswa nanti lulus dan mencari pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya. Selain itu semua kegiatan di bawah HMPS BSA akan menghasilkan sertifikat, dimana sertifikat tersebut dapat dimasukkan ke dalam SKPI.

Acara inti yaitu Kajian Sastra disampaikan oleh Ustad Hamdan Maghribi, S.Th.I., M.Phil., dengan tema Puisi dan Puasa. Dalam penjelasannya beliau menyingkap perbedaan dan korelasi antara Puisi dan Puasa. Puisi sebagai wadah untuk menuangkan kreativitas dalam berpikir. Contoh: Jika seseorang itu bucin, maka puisinya akan berisi tentang cinta. Sedangkan, puasa adalah bagaimana cara menahan nafsu dan bersikap zuhud agar saat melakukan puasa tidak sia-sia.

Kemudian Ustad hamdan menutup kajian tersebut dengan salah satu statement yang ada di dalam bukunya “Paradoks Puasa Kita; Menahan nafsu saat puasa untuk melepaskannya dengan penuh nafsu saat berbuka”